MONITORING KONEKTIVITAS SERVER DAN PERANGKAT JARINGAN
1. Tujuan
Untuk monitoring konektivitas server dan perangkat jaringan agar gangguan akses layanan dapat diketahui secepatnya dan tindakan troubleshooting dapat segera dilakukan sehingga meningkatkan ketersediaan layanan2. Pelaksana
Kepala Sub Bagian atau Staff Infrastruktur Teknologi Informasi3. Peralatan
3.1. Alat Monitoring3.2. Server
3.3. Perangkat Jaringan
4. Uraian Kerja
4.1. Pastikan aplikasi client alat monitoring jaringan dalam keadaan autorun dan alat monitoring jaringan hidup setiap hari.4.2. Jika ada notifikasi masalah server dan perangkat jaringan, segera lakukan troubleshooting terhadap server/perangkat jaringan terkait.
4.2.1. Jika masalah availability dan perangkat mati, periksa catu daya perangkat terkait atau sumber daya dari perangkat terkait. Hidupkan kembali jika perangkat dalam keadaan mati. Jika sumber arus listrik rusak maka ganti sumber arus listrik atau ganti perangkat sumber arus.
4.2.2. Jika masalah availability dan perangkat hidup, lakukan koneksi pada perangkat secara lokal, periksa log atau server terkait dan lakukan penanganan masalah terhadap perangkat terkait. Opsi restart perangkat juga boleh dilakukan.
4.2.3. Jika masalah kapasitas disk perangkat khususnya server, lakukan penelusuran terhadap berkas dinamis misalnya log apakah membengkak. Jika ada pembengkakan log, maka pastikan menyelesaikan masalah yang tertera pada log, kemudian mereset kembali log yang membengkak . Lakukan juga penelusuran terhadap data atau database yang terdapat yang berada pada server. Jika data atau database membengkak maka lakukan penambahan kapasitas disk server.
4.2.4. Jika masalah kapasitas komputasi perangkat (CPU/Memory penuh) terutama pada server, lakukan penelusuran terhadap sumber proses pada sistem operasi yang memakan sumber daya komputasi perangkat. Jika proses abnormal, maka lakukan terminasi proses atau troubleshoot konfigurasi terhadap proses terkait. Jika normal, maka lakukan penambahan sumber daya komputasi CPU / Memory dari server terkait.
4.2.5. Jika masalah tidak teridentifikasi, periksa log sistem operasi dan seluruh log layanan jaringan yang disediakan oleh server terkait. Lakukan troubleshooting terhadap anomali log.
4.3. Lakukan langkah 4.2 sampai notifikasi dari alat monitoring hilang. 4.2.2. Jika masalah availability dan perangkat hidup, lakukan koneksi pada perangkat secara lokal, periksa log atau server terkait dan lakukan penanganan masalah terhadap perangkat terkait. Opsi restart perangkat juga boleh dilakukan.
4.2.3. Jika masalah kapasitas disk perangkat khususnya server, lakukan penelusuran terhadap berkas dinamis misalnya log apakah membengkak. Jika ada pembengkakan log, maka pastikan menyelesaikan masalah yang tertera pada log, kemudian mereset kembali log yang membengkak . Lakukan juga penelusuran terhadap data atau database yang terdapat yang berada pada server. Jika data atau database membengkak maka lakukan penambahan kapasitas disk server.
4.2.4. Jika masalah kapasitas komputasi perangkat (CPU/Memory penuh) terutama pada server, lakukan penelusuran terhadap sumber proses pada sistem operasi yang memakan sumber daya komputasi perangkat. Jika proses abnormal, maka lakukan terminasi proses atau troubleshoot konfigurasi terhadap proses terkait. Jika normal, maka lakukan penambahan sumber daya komputasi CPU / Memory dari server terkait.
4.2.5. Jika masalah tidak teridentifikasi, periksa log sistem operasi dan seluruh log layanan jaringan yang disediakan oleh server terkait. Lakukan troubleshooting terhadap anomali log.
4.4. Setiap hari periksa status baterei UPS manageable / mesin utama virtualisasi.
5. Dokumen
-Untuk lebih lengkapnya tentang instruksi kerja ini dapat didownload disini


