ISO 9001

Revision [4131]

This is an old revision of IK-MUTU-04 made by yetti on 2022-09-16 14:14:57.

 

PELAKSANAAN KEGIATAN OBSERVASI PBM UNTUK PENGAMAT KELAS


1. Tujuan

Menjelaskan tentang tata cara pelaksanaan kunjungan kelas guna pemantauan Proses Belajar Mengajar (PBM) yang dijadikan pedoman oleh pengamat kelas.

2. Pelaksana

2.1. Pengamat Kelas

3. Peralatan

3.1. Komputer

4. Uraian Kerja

4.1. Saat melaksanakan observasi PBM, pegang 4 prinsip sebagai berikut:
1. Kepercayaan: Pengamat kelas merupakan perwakilan dari Program Studi yang mendapatkan kepercayaan untuk membantu monitoring dan evaluasi proses belajar mengajar.
2. Keterbukaan: Pengamat kelas dapat berinteraksi/berdiskusi dengan dosen yang dipantau.
3. Saling membangun: Observasi kelas didesain sebagai mekanisme yang bersifat saling membangun antara sesama pengamat kelas, antara pengamat kelas dan dosen, serta sesama dosen, untuk terus meningkatkan mutu proses belajar mengajar.
4. Kreativitas: Observasi kelas diharapkan dapat membantu meningkatkan kreativitas proses belajar mengajar.
4.2. Akses penyimpanan cloud OneDrive untuk melihat berkas observasi yang telah didistribusikan oleh Gugus Jaminan Mutu (GJM) yang berisi jadwal observasi kelas, RPS, Kontrak Perkuliahan dan Rekap Berita Acara Perkuliahan dalam bentuk softcopy.
4.3. Pengamat kelas mencetak jadwal observasi kelas ke dalam bentuk hardcopy dan dibawa pada saat melakukan observasi secara onsite (tatap muka). Pada saat pengamat kelas mengunjungi kelas dosen pengajar maka pengamat kelas meminta tanda tangan dosen pengajar pada form jadwal observasi kelas yang menjadi bukti bahwa pengamat kelas telah melakukan observasi secara onsite (tatap muka). Jadwal observasi kelas akan dikumpulkan kepada GJM setelah observasi selesai dilaksanakan terhadap keseluruhan kelas.
4.4. Manfaatkan berkas Rekap Berita Acara Perkuliahan sebagai sumber informasi awal dan lakukan pengamatan sesuai dengan jadwal observasi yang diberikan oleh GJM dimana:
  • Jika periode pengamatan sebelum UTS maka amati dari pertemuan 1 sampai 7
  • Jika periode pengamatan setelah UTS maka amati dari pertemuan 9 sampai 15
  • Observasi untuk mata kuliah teori dapat dilakukan secara online dan onsite(tatap muka), sedangkan ntuk mata kuliah praktek dilakukan secara (tatap muka).
4.5. Akses Microsoft Teams dan menghubungi langsung dosen yang dipantau untuk meminta informasi terbaik dalam melengkapi pengamatan. Contoh: meminta akses ke OneDrive, meminta dimasukkan ke grup Whatsapp atau mengeskspor chat Whatsapp, dan lainnya.
4.6. Buka instrumen observasi melalui link Microsoft Form yang telah didistribusikan oleh GJM.
4.7. Isi hasil observasi berupa nilai (skor) dan keterangan. Keterangan berisi penjelasan alasan pemberian nilai (skor) tersebut supaya hasil obsevasi dapat divalidasi ulang oleh GJM.
4.7.1. Pada indikator pertama yaitu "kesesuaian topik dan materi dengan RPS":
  • Gunakan RPS yang telah dibagi oleh GJM melalui cloud penyimpanan OneDrive.
  • Jika mata kuliah tidak memiliki RPS, maka beri nilai nol (0).
  • Jika mata kuliah memiliki RPS tetapi tidak memiliki kontrak perkuliahan, maka beri nilai nol (0).
  • Jika topik tidak sesuai dengan minggu pertemuan RPS dan materi yang disampaikan tidak sesuai RPS, maka beri nilai nol (0).
  • Jika topik sesuai dengan minggu pertemuan RPS dan materi yang disampaikan sesuai RPS, maka beri nilai 4.
  • Jika topik tidak sesuai dengan minggu pertemuan RPS akan tetapi materi yang disampaikan sesuai RPS, maka lakukan konfirmasi kepada dosen pengajar dan prodi tentang alasan ketidaksesuaian topik yang disampaikan di minggu tersebut, kemudian beri nilai antara 0 sampai 4 berdasarkan informasi yang telah diperoleh dan kebijaksanaan dari pengamat.
4.7.2. Pada indikator kedua yaitu "kesesuaian aktivitas pembelajaran dengan RPS":
  • Jika mata kuliah dosen yang akan diobservasi tidak memiliki RPS, maka beri nilai nol (0).
  • Periksa hal berikut ini:
  • • Jika perkuliahan dilaksanakan secara online, maka periksa isi video rekaman pembelajaran di Microsoft Teams.
    • Jika perkuliahan dilaksanakan secara tatap muka (sinkron langsung), maka periksa pembelajaran di kelas secara langsung.
  • Bandingkan antara aktivitas yang sesuai RPS dengan pelaksanaannya.
  • Hitung jumlah pelaksanaan pembelajaran yang aktivitasnya sesuai dengan RPS (nAktual). Catatan: jika pada pembelajaran aktual, aktivitas yang dilakukan dosen melampaui yang tertulis pada RPS, maka aktivitas tersebut dianggap masih sesuai dengan RPS.
  • Hitung nSesuai = (nAktual / 7) x 100%
  • • Beri nilai 4 jika nSesuai = 100%
    • Beri nilai 3 jika nSesuai >=85% dan <100%
    • Beri nilai 2 jika nSesuai >=70% dan <85%
    • Beri nilai 1 jika nSesuai >=30% dan <70%
    • Beri nilai 0 jika nSesuai < 30%
4.7.3. Pada indikator ketiga yaitu "Ketersediaan konten materi yang kaya untuk mendukung pembelajaran":
  • Pada setiap pertemuan, periksa ketersediaan:
  • • Jika metode pembelajaran berupa sinkron langsung, maka yang diperiksa adalah ketersediaan materi perkuliahan sesuai RPS.
    • Jika metode pembelajaran berupa sinkron maya, maka yang diperiksa adalah materi perkuliahan sesuai RPS dan rekaman live meeting.
    • Jika metode pembelajaran berupa asinkron, maka yang diperiksa adalah materi perkuliahan sesuai RPS dan video pembelajaran (audio visual yang diproduksi oleh pihak lain dan telah melewati proses kurasi yang baik).
  • Beri nilai 4 jika konten materi tersedia untuk setiap pertemuan (100%).
  • Beri nilai 3 jika konten materi tersedia memenuhi minimal 75% jumlah pertemuan.
  • Beri nilai 2 jika konten materi tersedia memenuhi minimal 50% jumlah pertemuan.
  • Beri nilai 1 jika konten materi tersedia kurang dari 50% jumlah pertemuan.
  • Beri nilai 0 jika tersedia konten materi dalam bentuk audio visual terdokumentasi yang diproduksi pihak lain namun tidak melewati proses kurasi yang baik, atau tidak tersedia konten materi.
Contoh hasil kurasi yang tidak baik:
* Konten berbahasa Inggris tanpa subtitle
* Konten dari perguruan tinggi lain
* Konten yang berbeda dengan isi materi perkuliahan
4.7.4. Pada indikator keempat yaitu "Penggunaan aplikasi teknologi untuk pembelajaran":
  • Periksa pemanfaatan dosen terhadap:
  • * MS Team sebagai platform elearning, distribusi RPS/kontrak kuliah dan materi kuliah.
    * MS Form/assignment MS Team/Slido/ Kahoot/Quizizz untuk distribusi tugas/kuis.
    * OneDrive untuk distribusi materi kuliah atau rekaman audio visual terdokumentasi melalui live meeting.
    * MS Stream/Youtube untuk distribusi audio visual terdokumentasi.
    * Spotify untuk memutar audio terdokumentasi.
    * Whatsapp Group untuk koordinasi kelas.
    * Aplikasi pembelajaran lainnya dengan fungsi dan fitur yang tidak disebutkan di atas dan yang tidak terkait dengan materi kuliah.
    * Aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran tidak dihitung, seperti: Python, SPSS, SAP, Accurate dan lainnya.
  • Beri nilai 0 jika dosen menggunakan kurang dari 2 aplikasi teknologi yang dinyatakan.
  • Beri nilai 1 jika dosen menggunakan 2 aplikasi teknologi yang dinyatakan.
  • Beri nilai 2 jika dosen menggunakan 2 aplikasi yang dinyatakan dan mampu memanfaatkan secara maksimal.
  • Beri nilai 3 jika dosen menggunakan 3 aplikasi atau lebih yang dinyatakan, dimana 2 aplikasi telah dimanfaatkan secara maksimal.
  • Beri nilai 4 jika dosen menggunakan 3 aplikasi atau lebih yang dinyatakan dan mampu memanfaatkan secara maksimal.
4.7.5. Pada indikator kelima yaitu "Interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkungan belajar secara online maupun offline":
  • Jika metode pelaksanaan berupa sinkron maya atau sinkron langsung, maka periksa sebagai berikut:
  • 1. Penjelasan materi secara terstruktur: penjelasan materi oleh dosen dengan pola yang disusun, dirangkai, diatur secara rapi.
    2. Suara jelas: suara dosen dalam menjelaskan materi terdengar jelas, dapat didengarkan dengan baik.
    3. Suasana kelas kondusif: suasana di dalam kelas tenang dan bersifat mendukung dalam mengikuti perkuliahan.
    Skor penilaian yang diberikan:
    • Beri nilai 4 jika memenuhi ketiga unsur
    • Beri nilai 3 jika memenuhi kedua unsur
    • Beri nilai 2 jika memenuhi salah satu unsur
    • Beri nilai 1 jika tidak memenuhi unsur diatas
  • Jika metode pelaksanaan berupa asinkron, maka periksa sebagai berikut:
  • 1. Rutin dan Tepat Waktu:
    a. Dosen merespon diskusi dan pertanyaan mahasiswa secara teratur.
    b. Dosen memposting bahan kuliah dan pendukungnya secara tepat waktu setiap minggu sebelum jadwal perkuliahan.
    2. Mendukung:
    Berdasarkan penjelasan melalui diskusi, dosen memberikan arahan kepada mahasiswa. Selain itu dosen dapat juga menyajikan contoh yang menggambarkan materi yang disampaikan menggunakan analogi/ilustrasi berbagai kondisi di dunia nyata.
    3. Membangun:
    a. Dosen mengarahkan mahasiswa ke problem solving dan critical thinking dengan memberikan studi kasus atau latihan secara berkala kemudian memberikan umpan balik dari jawaban mahasiswa. Khusus mata kuliah praktek, dosen dapat dibantu oleh asisten laboratorium.
    b. Dosen mendorong mahasiswa untuk terus aktif mengikuti mata kuliah (active learning).
    Skor penilaian yang diberikan:
    • Beri nilai 4 jika memenuhi ketiga unsur
    • Beri nilai 3 jika memenuhi kedua unsur
    • Beri nilai 2 jika memenuhi salah satu unsur
    • Beri nilai 1 jika tidak memenuhi unsur diatas
4.8. Kirimkan (submit) hasil pengisian observasi.
4.9. Jika menemukan kendala atau hal yang perlu disampaikan maka diskusi pada grup Whatsapp yang tersedia.
4.10. Berdasarkan hasil observasi, pengamat dapat langsung menginformasikan temuan yang sifatnya mendesak ke Ketua Program Studi.

5. Dokumen

5.1. Jadwal Kuliah (Export Mika)
5.2. FM-IK-MUTU-02-01 : Form Observasi PBM (Microsoft Form)
5.3.FM-IK-MUTU-02-02 : Jadeal Observasi Kelas
5.4. FM-IK-PSDP-02-01 : RPS
5.5. FM-IK-PSDP-04-01 : Kontrak Perkuliahan
5.6. FM-IK-SF-07-01 : Rekap Berita Acara Perkuliahan

Untuk lebih lengkapnya tentang instruksi kerja ini dapat didownload disini

There are no comments on this page.
You are not logged in. ( Login )

Valid XHTML :: Valid CSS: :: Powered by WikkaWiki